Menanti Dalam Cemas

18 April adalah kali pertama aku mengetahui diriku hamil. Setelah beberapa hari telat, haid yang biasanya hadir di tanggal 13, tak kunjung datang. Seorang teman menganjurkan aku untuk segera tes kehamilan.

Belum genap 4 bulan pernikahanku, tapi hampir di setiap bulan aku rutin membeli tespack dan menggunakannya, bahkan ketika jadwal haid rutinku memang belum waktunya datang, alias belum ada tanda-tanda “telat”, aku tetap mencoba tes kehamilan itu.

Rasa cemas dan ingin segera memiliki bayi campur aduk dalam hatiku. Cemasku beralasan, cukup banyak teman dekatku atau teman suami yang tak kunjung memiliki momongan setelah sekian tahun menikah. Aku sendiri begitu menyenangi anak-anak semenjak masih gadis. Buku-buku tentang mendidik anak sudah ku lahap habis jauh sejak beberapa tahun lalu. Wajar bila aku sangat ingin segera hamil setelah menikah. Ada rasa sedih dan takut bila hasil tespack itu menunjukkan hanya satu garis, yang berarti negatif. Beberapa kali di satu pagi aku merasakan mual dan pusing, tak ayal lagi aku langsung berpikir, “wah sepertinya hamil nih”, tapi hasil tes tetap menunjukkan negatif. Aku bahkan pernah melakukan tespack dua kali dalam sebulan. Saking berharapnya.

Tapi di bulan april itu, entah kenapa walau jelas-jelas jadwal haidku telah menunjukkan telat hingga beberapa hari, aku tak kunjung ingin melakukan tes. Alasannya sederhana, takut kecewa seperti bulan-bulan yang lalu. Lagi pula saat itu aku merasakan sakit di pinggang seperti layaknya sakit menjelang datang bulan.

Tapi seorang teman mengingatkanku, “agar bisa hati-hati kalau benar-benar positif hamil” katanya saat itu. Benar juga pikirku. Akhirnya di sabtu pagi, ketika baru bangun tidur, aku langsung melakukan tes. Masih teringat jelas bagaimana berdegupnya jantungku, menunggu hasil tes yang hanya sekian detik itu.

Antara percaya dan tidak melihat hasilnya menunjukkan dua garis.

“Positif bi” kataku haru, masih dari dalam kamar mandi. Suamiku yang masih tidur-tiduran di kamar mandi sontak berlari menghampiriku.

“Subhanallah” katanya sembari memelukku erat dan mencium keningku. Kami larut dalam haru dan bahagia di sabtu pagi yang cerah itu.

Aku teringat doa-doaku pada Allah. Allah memang tidak pernah mengecawakan hamba-Nya. Tidak ada doa dan air mata yang sia-sia bila berharap hanya pada-Nya.

April 2009

TUXEDO BABY AND TODDLER

Tuxedo Baby

Bingung ketika harus bawa si kecil ke acara formal?
pernikahan anggota keluarga atau acara wisuda ayah/ibunya?
ini dia nih moms tuxedo baby boy

Ada 2 macam model Tuxedo, satu model pingguin belakang nya model pinguin gitu..lucu deh
satu set ini sudah include :
kemeja putih+rompi dalam+jas luar+celana+dasi kupu2nya
dasi kupu2nya bisa di balik (pakai bagian hitamnya) andai tidak suka dengan warna yg ada di pic ini :D tersedia ukuran 0-4..size 4 nya bisa di pakai sampai anak 5 tahun dengan badan sedang/standar.

idr 125.000

 

 

Perkembangan Janin Dalam Rahim Ibu

Akhirnya kamu hadir juga dek dalam rahim bunda. Bundah kangennnn banget.Amat kangen.Abi juga kangen sama kamu.
Kamu tau gak dek, waktu bunda lagi main ke sebuah SDIT, lihat anak-anak kecil yang baru mau masuk SD, bunda nangis, bunda inget kamu. Bunda membayangkan mengantar kamu di hari pertama masuk sekolah. Kamu jadi anak pemberani, sangat cerdas, dan di sukai banyak teman-teman mu.
Kalau kamu perempuan, bunda akan pakaikan jilbab pink yang sangat cantik. Hingga membuat pipi gembulmu makin terlihat merona merah bila tertawa.
Bila kamu laki-laki, bunda akan pakaikan kemeja kecil, sehingga kamu tampak tambah tampan seperti abi mu.
Di rumah, bunda dan abi akan mengajari mu berbagai ilmu. Ilmu tentang ma’rifattullah, ma’rifatulrosul, ilmu tentang keajaiban alam, tentang psikologi, tentang sejarah, juga tentang politik, dan yang terpenting ilmu tentang kasih sayang, kasih sayang antar manusia.
Duh dek, bunda sudah punya seribu satu agenda untuk mu.
Selalu ada doa untuk mu dari abi dan bunda. Agar kau kelak tumbuh dengan akhlak yang mulia, keimananan yang tebal, dan kecintaan pada Rabb-Mu di atas segala-gala nya.
Bunda kangen dek, teramat kangen. Tak sabar mendengar suaramu, jari-jari kecilmu yang refleks menggenggam, mata indahmu, ah ade. Membayangkannya saja membuat bunda haru.
Kelak, bunda akan membantumu menjadi pribadi yang tangguh ya de. Tidak lemah. Abi akan mengajarkan berbagai hadist yang sudah pernah abi pelajari.Sampai jumpa ya dek, kurang lebih 8 bulan lagi kita bertemu.
I luv you my baby.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.